Tuesday, November 13, 2012

Taylor Swift - Safe and Sound (The Hunger Games OST)

[Taylor Swift]
I remember tears streaming down your face
When I said, I'll never let you go
When all those shadows almost killed your light
I remember you said, Don't leave me here alone
But all that's dead and gone and passed tonight

Just close your eyes

The sun is going down
You'll be alright
No one can hurt you now
Come morning light
You and I'll be safe and sound

Don't you dare look out your window darling

Everything's on fire
The war outside our door keeps raging on
Hold onto this lullaby
Even when the music's gone

Just close your eyes

The sun is going down
You'll be alright
No one can hurt you now
Come morning light
You and I'll be safe and sound

Just close your eyes

You'll be alright
Come morning light,
You and I'll be safe and sound...

Karena saya jatuh cinta dengan lagu ini, diantara Jason Mraz dan puluhan gumaman teman teman, saya mempost ini. ini adalah LULABY. semoga menemani tidur dan menemani saat malas mendengarkan pelajaran. cukup memasang headseat, dan dengarkan dengan seksama. semoga esoknya kita bisa bersemangat kembali. dan sampai sekarang lagu ini masih menjadi Jawara Chart dalam HP saya....

Tuesday, October 23, 2012

Raja Cheoljong



Kali ini saya mau ngepost tentang sejarah Korea. Kali ini Raja yang disebut-sebut dalam drama Korea Dr. Jin. Yaitu Raja Cheoljong dari Joseon. Beliau memerintah dari tahun 1849 sampai 1863. Beliau ini adalah anak ketiga dari Pengeran Jeon-gye, yaitu buyut Raja Yeongjo.
Beliau menjabat saat klan Andong Kim mengendalikan pemerintahan. Untuk Andong Kim, Cheoljong merupakan pilihan yang hebat. Buta hurufnya membuatnya dapat dimanipulasi dan rentan terhadap kontrol mereka. Bukti dari itu adalah meskipun Cheoljong memerintah negara selama 13 tahun, sampai hari terakhirnya ia tidak dapat berjalan dengan wibawa seorang raja atau bagaimana mengenakan pakaian kerajaan, jadi meskipun berpakaian sangat mewah ia masih kelihatan seperti seorang nelayan. Beliau pun juga dinikahkan dengan salah satu Ratu dari klan Andong Kim. Yaitu Ratu Cheol-in.
Calon Raja Cheoljong ditemukan di Pulau Ganghwa dimana keluarganya telah melarikan diri untuk bersembunyi dari opresi. Ketika para utusan (yang diberangkatkan untuk mencari calon raja) tiba di Pulau Ganghwa, mereka menemukan sisa klan Yi yang hampir tak dapat bertahan di dalam kemiskinan.Pada tahun 1849, pada usia 18 tahun, Yi Byeon/Seong(bakal Cheoljong), putra ketiga Pangeran Jeon-gye, diumumkan sebagai Raja, di tengah-tengah degrasi dan kemiskinan. Namun dari awal raja Dinasti Joseon Korea telah memberikan prioritas pada pendidikan anak-anak mereka, Cheoljong bahkan tidak dapat membaca satu katapun yang tertulis di dalam surat ucapan selamat atas kenaikan tahtanya. Ckckck. Sedih ingetnya. Ini nih. Karena di Korea marak sekali perebutan kekuasaan antar saudara. Bunuh-bunuhan. Padahal itu saudaranya sendiri. Akhirnya Kerajaan Korea ini kehabisan pewaris, karena sebenarnya menurut saya Raja Cheoljong ini belum bisa naik sebagai Raja.
Beliau nggak bisa nulis, baca, apalagi mimpin negara. Akhirnya pemerintahan pun diambil alih oleh klan Andong Kim. Di era itu banyak sekali korupsi antara pejabat. Pejabat tidak lagi terlalu mementingkan rakyat. Raja pun tidak bisa apa-apa, karena pada dasarnya beliau ini mungkin tidak mau naik tahta.
Dalam drama Dr. Jin, Raja Cheoljong tidak terlalu bermain peran, tapi itu malah membuat catatan sendiri pada saya. Siapa Cheoljong? Apa jasanya? Mungkin itu yang membuat saya memposting ini.
Raja Cheoljong digantikan oleh Kaisar Gojong dari Kekaisaran Korea. Dimana dalam drama, Gojong ini digambarkan sebagai anak yang pintar. Beliau anak kedua dari Pangeran Agung Heung Seon, yang merupakan keturunan Raja Yeongjo, tapi tidak jelas.
Pada pemerintahan Cheoljong, ini merupakan raja terakhir yang memimpin KERAJAAN JOSEON, karena setelah itu berganti nama menjadi KEKAISARAN HAN RAYA. Dan diduduki Jepang pada saat Raja Gojong bertahta.
Ini mengingatkan saya dengan buku yang saya baca yaitu Putri Deokhye. Kisah putri Korea yang dipaksa pergi ke Jepang.
Kenapa jadi out-of-topic ya? Sekian post dari saya.

Source: wikipedia.com

Lirik Someday - Super Junior


[Donghae]
Jeolmeul naren jeolmeumeul moreugo
Saranghal ttaen sarangi boiji anhatne
[Sungmin]
Hajiman ije dwidoraboni
Urin jeolmgo seoro sarangeul haetguna

[Eunhyuk]
Nunmul gateun siganui gang wie
Tteonaeryeoganeun geon han dabarui chueok
[Kangin]
Geureohke ije dwi doraboni
Jeolmeumdo sarangdo aju sojunghaetguna

[Ryeowook]
Eojenganeun uri dasi mannari
Eodiro ganeunji amudo moreujiman
[Siwon]
Eonjenganeun uri dasi mannari
Heeojin moseup idaero
[ Lyrics from: http://www.lyricsty.com/super-junior-someday-lyrics.html ]
[Shindong]
Jeolmeun naren jeolmeumeul ijeotgo
Saranghal ttaen sarangi heunhaeman boyeotne
[Kyuhyun]
Hajiman ije saenggakhae boni
Urin jeolmgo seoro sarangeul haetguna

[Leeteuk]
Eojenganeun uri dasi mannari
[Leetuek & Kyuhyun]
Eodiro ganeunji amudo moreujiman
[Yesung]
Eonjenganeun uri dasi mannari
Heeojin moseup idaero~

([Yesung] Ooooo~ )

[Ryeowook]
Eonjengan uri dasi mannari
[Kyuhyun]
Eonjengan uri dasi mannari
[Yesung]Idaero~
[Ryeowook]Idaero~
[Yesung] Oooh~

[All]
Eojenganeun ([Yesung] eonjenganeun)
Uri dasi mannari ([Yesung] manari) ([Kyuhyun] manari)
Eodiro ([Yesung] eodiro)
Ganeunji amudo moreujiman ([Yesung] amudo moreu) ([Kyuhyun] jiman~)
Eonjenganeun ([Kyuhyun] eonjenganeun) uri dasi mannari
[Kyuhyun] Oooh~
[Ryeowook]
Heeojin moseup idaero

Friday, October 19, 2012

I'm Back!!!!


Lama saya nggak nge-post sesuatu. Karena terkompori oleh teman-teman yang lagi demam ‘eh, view blog aku dong’, dan saya jadi termotivasi untuk memposting sesuatu. Apa ya?
Diskusi soal mimpi? Mau? Mau? Mau?
Bagi saya, untuk menggambarkan mimpi itu bagaikan sesuatu yang ingin kita capai, tapi kita takut ketika tidak mencapainya. Sesuatu yang ingin kita raih, tapi tidak tahu cara meraihnya. Sesuatu yang sepatutnya kita perjuangkan, tapi tidak tahu cara memperjuangkannya.
Mungkin kata Agnes Monica, “bermimpilah setinggi-tingginya”. Tapi itu bukan hal mudah. Pada dasarnya manusia dicipatakan untuk takut pada sesuatu atau selalu memiliki ketakutan. Semua memiliki batas mampu dan batas untuk sabar. Ketika kita bermimpi kita harus mampu, sabar, berusaha, berpikir, dan mempertahankannya. Yang pertama yaitu mampu. Mampu ialah disaat kita mampu untuk mulia bermimipi. Mampu menghadang ketakutan terhadap mimipi itu. Sabar, adalah berani menunggu selama apapun, sampai mimpi itu terwujud. Berusaha, ini adalah tahap terpenting, tahap yang maish belum bisa saya lewatu sendiri. Sedikit curcol, impian saya itu menjadi penulis. Tapi sampai sekarang, saya bahkan belum menghasilkan satu pun tulisan yang mungkin terbit paling tidak dimajalah. Saya masih stuck, dimana impian saya itu butuh setidaknya sedikit lebih banyak berusaha. Atau bahkan banyak berusaha. Tidak ada yang gratis didunia ini, tidak ada pula yang mudah didunia ini. Seperti mimpi, kita tidak mudah menggapainya, butuh usaha yang banyak. Dan yang terakhir mempertahankannya. Tahap ini, dimana kita sudah memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Kita sudah berani bermimpi, maka kita harus mempertahankan mimpi itu. Tapi mempertahankan itu, bukan hal yang mudah. Tidak ada hal yang mudah, kan?



Mimpi itu seperti kita menanam tanaman. Butuh air, pupuk, cahaya matahari, dan cinta dari snag penanam. Mimpi itu butuh kemampuan, kesabaran, usaha, dan keteguhan. Dan seperti tanaman di pot yang selama ini selalu ibu rawat didepan rumah. Mekar setiap tahun. Karena ada keteguhan dari si penanam. Si penanam mimpi.


[Korea] Samguk Sagi dan Samguk Yusa

                Pernah dengar kata Samguk Sagi dan Samguk Yusa? Ada yang pernah ada yang belum. Nah, sekarang saya mau menjelasakan mengenai mereka ini.
Samguk Sagi (三國史記; Babad Tiga Kerajaan) adalah sebuah catatan sejarah kuno mengenai Tiga Kerajaan Korea: Goguryeo, Baekje dan Silla. Samguk Sagi ditulis dalam bahasa Cina Klasik dan penyusunannya diprakarsai oleh Raja Injong (berkuasa di tahun 1122-1146) dan dikerjakan oleh para pejabat kerajaan dan sejarawan Kim Bu-sik (金富軾) serta sekelompok ilmuwan junior. Samguk Sagi diselesaikan tahun 1145 dan sampai sekarang merupakan teks sejarah tertua Korea yang masih tersisa.
Samguk Sagi sendiri terdiri dari 50 bab (gwon , atau "gulungan"), yang tersusun dari :

1. Catatan Silla(Nagi 羅紀 atau Silla bongi 新羅本紀) (12 bab) 
2. Catatan Goguryeo (Yeogi 麗紀 atau Goguryeo bongi 高句麗本紀) (10 bab) 
3. Catatan Baekje (Jegi 濟紀 atau Baekje bongi 百濟本紀) (6 bab) 
4. Tabel kronologis (nyeonpyo 年表) (3 bab) 
5. Monograf (diterjemahkan juga Uraian) (ji ) (9 bab): upacara dan musik, transportasi dan  perumahan, geografi, dan pejabat kerajaan beserta tingkatannya 
6. Biografi (yeoljeon 列傳) (10 bab)


Ketika saya searching mengenai isi dari Samguk Sagi ternyata banyak sekali, jadi saya ingin memberikan sedikit saja yang menurut saya menarik. Yaitu...

Ini mengenai sejarah minum teh Korea juga disebutkan dalam Samguk Sagi dan Samguk Yusa, bahwa Ratu Seondeok (bertahta 632-647) dan Raja Munmu (bertahta 661-681) mulai menikmati teh sebagai minuman kerajaan. Dan Raja Heungdeok (826-836) tercatat pernah menerima bibit tanaman teh dari Kaisar Dinasti Tang pada tahun 828. Nah, pada saat itu, teh merupakan minuman kaum bangsawan, pejabat, sarjana, dan biksu-biksu, sementara rakyat jelata lebih menyukai meminum sungnyun. Sungnyung (숭늉) adalah jenis minuman tradisional khas Korea yang terbuat dari air kerak nasi. Dan dalam Samguk Sagi juga menuliskan tentang tradisi minum minuman tradisional Korea yang berjudul Eumcheong (minuman segar) yang berisi kisah tentang Jenderal Kim Yu Shin yang sebelum pergi berperang, meminta pembantunya untuk membawakannya changsu, jenis minuman dingin yang terbuat dari campuran tepung dan air. Changsu adalah jenis minuman ynag diperkenalkan dari Cina pada masa Tiga Kerajaan Korea. Selain itu, Samguk Yusa juga mencatat tentang minuman keras yang terbuat dari bunga anggrek yang disajikan oleh Raja Suro dari Kerajaan Gaya. Selain itu, rakyat Tiga Kerajaan juga membuat bermacam-macam jenis minuman beralkohol dari palawija. Mungkin dua ini termasuk dalam Silla Bongi.
Ini mengenai sejarah Onggi, yaitu alat penyimpanan yang  terbuat dari tanah liat. Samguk Sagi menyebutkan tentang Raja Sinmun dari Silla mengirimkan arak, pasata kedelai, dan asinan makanan laut sebagai hadiah perkawinan kepada Ratunya. Dapat disimpulkan bahwa tempat penyimpanan makanan tersebut adalah onggi.
Sejarah permainan layang-layang di Korea juga tercatat dalam Samguk Sagi. Masih ingat dalam Queen Seondeok, Yu Shin menerbangkan layang-layang untuk mengecoh pasukan Bidam? Layang-layang tersebut sebagai simbol kalau bintang yang jatuh, kembali lagi ke angkasa, tapi sesungguhnya, arti layang-layang tersebut hanya untuk tanda menyerang. Nah, dalam Samguk Sagi, disebutkan demikian, ketika itu ada bintang jatuh dari langit. Hal tersebut dianggap sebagai pertanda buruk bagi pemerintahannya yang sedang berusaha menumpas pemebrontakan. Nah, Kim Yu Shin ini, menerbangkan layang-layang yang dibakar pada suatu malam dan menyebarkan berita bahwa bintang jatuh tersebut telah kembali ke langit, dan berita tersebut berhasil meredam pemberontakan. Ketika saya searching mengenai ini, saya menemukan tulisan bahwa hal ini terjadi pada masa pemerintahan Ratu Jindeok pada tahun 647, Ratu yang bertahta setelah Ratu Seondeok wafat. Saya juga kurang mengerti yang ini, jika saya telaah, berarti, pembuatan Drama The Great Queen Seondeok kurang mengacu pada sejarah sesungguhnya. Mungkin, pembuatan layang-layang itu diterjadikan pada masa Ratu Seondeok untuk mendukung drama itu sendiri yang berinti pada rasi bintang Biduk, yang merupakan simbol Ratu Seondeok atau Deokman. Tapi kan itu menurut saya. Maaf maaf kalau pendapat saya salah kaprah.
Jederal Kim Yu Shin banyak dibahas dalam babad ini, yaitu pada riwayat Samguk Sagi, Yeoljeon 1-3. Disebutkan bahwa Kim Yu Shin (595–673) merupakan seorang Jenderal pada abad ke-7 di kerajaan Silla. Ia memimpin unifikasi Semenanjung Korea oleh Silla dibawah pemerintahan Raja Muyeol dari Silla (Kim Chun Chu) dan Raja Munmu dari Silla. Ia konon merupakan buyut Raja  Guhae dari Geumhwan Gaya  raja terakhir di negara Geumgwan Gaya. Ingat dalam Queen Seondeok? Dia juga disebutkan sebagai seorang keturunan Gaya bahakn mungkin pangeran. Hal ini memberinya posisi yang sangat tinggi di sistem rangking tulang, Silla, yang memimpin status politik dan militer yang dapat diraih oleh seseorang.
                Hehehe. Kok yang saya masukin Silla doang ya? Ah, sebodo.
Nah, sekarang saya bahas tentang Samguk Yusa. Samguk Yusa (三國遺事, Riwayat Tiga Kerajaan) adalah catatan mengenai legenda, cerita rakyat, dan sejarah dari Tiga Kerajaan Korea, yakni Goguryo, Baekje, dan Silla. Cakupannya tidak hanya dari masa Tiga Kerajaan, namun juga dari masa sebelum Tiga Kerajaan.
Teks Samguk Yusa ditulis dalam bahasa Tiongkok Klasik, sebagian besar oleh biksu Iryeon (1206-1289) pada akhir abad ke-13, satu abad setelah penulisan Samguk Sagi.
Tidak seperti Samguk Sagi yang memberikan informasi sejarah secara faktual (nyata), Samguk Yusa berfokus pada banyak cerita rakyat, legenda dan biografi dari masa awal sejarah Korea. Banyak legenda pendirian dari berbagai kerajaan kuno Korea tercatat di buku ini seperti Gojoseon, Wiman Joseon, Buyeo, Goguryeo, Baekje, Silla dan Konfederasi Gaya.
Catatan ini juga menuliskan legenda tentang Dangun yang disebut sebagai pendiri Gojoseon atau kerajaan bangsa Korea yang pertama. Catatan sejarah kuno mengenai Dangun sudah lama dianggap sebagai sebuah legenda dan para ilmuan juga masih memperdebatkan mengenai kejadaian dan tanggal pendirian Gojoseon di bangun oleh Dangun. Saya kurang tahu, apakah catatan sejarah kuno tersebut merupakan Samguk Yusa, tapi kalau menurut saya catatan kuno yang dimaksud yang Samguk Yusa ini. Para arkeolog sudah menemukan bahwa manusia sudah mendami daerah Semenanjung Korea dan sekitarnya sejak beribu-ribu tahun yang lalu, walaupun mungkin sedkit mustahil untuk menemukan bukti berdirinya Gojoseon pada saat itu. Tetapi, para arkeolog berhasil menemukan beberapa artefak-artefak pertanian dan perunggu yang secara langsung berhubungan dengan keberadaan negara pertama dalam sejarah Korea tersebut.
Dalam Samguk Yusa juga disebutkan mengenai Kim Yong Chun, yaitu ipar dari Putri Cheonmyeong, yang berarti adik dari Kim Yong Su dan paman dari Raja Muyeol (Kim Chun Chu). Banyak juga sumber yang menyatakan bahwa ia merupakan suami dari Ratu Seondeok. [hehe kok isinya seondeok mulu]. Nah, dari sumber saya, bahwa ia kemudian diberikan gelar "Raja Munheung" (문흥대왕, 文興大王) di tahun 654. Yaitu setelah keponakannnya, Raja Muyeol naik tahta. Dan nama Kim Yu Shin juga masih diungkit disini, yaitu pada catatan singkat di dalam riwayat Samguk Yusa, vol. 1.
Juga disebutkan nama yaitu Yeom Jang. Yeom Jang juga dikenal sebagai Yeom Moon, merupakan seorang jenderal Silla yang paling dikenal sebagai pembunuh Jang Bo Go, seorang pahlawan besar bahari Shilla. Yeom Jang hidup pada periode terakhir Silla Bersatu. Yeom sebenarnya adalah subordinat Jang Bogo, namun hubungan mereka memburuk karena ia pernah dihukum oleh Jang karena secara pribadi terlibat di dalam perdagangan budak. Akhirnya, Yeom berbalik kepada Kim Yang, jenderal Shilla yang lain, yang dibawah pimpinannya, ia pergi untuk memenuhi sebuah misi untuk membunuh Jang Bogo. Biografi Jang Bo Go disini dijelaskan dalam babad Samguk Sagi, mengandung sejarah singkat hidupnya yang ditulis 3 abad setelah kematiannya.
Dalam Samguk Yusa terdapat nama yang sering kita dengar kalau sudah nonton Queen Seondeok, yaitu, Bojong. Hohoho. Bojong disini dilahirkan pad tahun 580 M di Seorabeol, dengan Jenderal Seolwon sebagai ayah dan Lady Mishil sebagai ibu. Ia memilki kecapakan dalam seni bela diri. Sudah liat kan di QSD? Belum ada yang mengalahkan seni bela dirinya, kecuali saat Bidam datang. Ia menjadi seorang Hwarang ketika berumur 15 tahun, dan melayani ibunya. Ia kemudian menjadi seorang Gukseon atau Kepala Hwarang pada tahun 616 menggantikan Kim Yu Shin.  Kemudian ia digantikan oleh Yeom Jang, yang tadi.
Dalam kedua babad tersebut sering menyebutkan nama raja atau gelar raja dengan berbeda-beda. Gelar "Chachaung" berarti seorang shaman di dalam bahasa Korea Kuno yang dipakai oleh Raja Namhae dari Silla. Isageum yang dipakai oleh Raja Yuri dari Silla. Maripgan yang dipakai pertama oleh Raja Naemul dari Silla. Dan lain lain.
Sumber : Wikipedia.org