Friday, October 19, 2012

[Korea] Samguk Sagi dan Samguk Yusa

                Pernah dengar kata Samguk Sagi dan Samguk Yusa? Ada yang pernah ada yang belum. Nah, sekarang saya mau menjelasakan mengenai mereka ini.
Samguk Sagi (三國史記; Babad Tiga Kerajaan) adalah sebuah catatan sejarah kuno mengenai Tiga Kerajaan Korea: Goguryeo, Baekje dan Silla. Samguk Sagi ditulis dalam bahasa Cina Klasik dan penyusunannya diprakarsai oleh Raja Injong (berkuasa di tahun 1122-1146) dan dikerjakan oleh para pejabat kerajaan dan sejarawan Kim Bu-sik (金富軾) serta sekelompok ilmuwan junior. Samguk Sagi diselesaikan tahun 1145 dan sampai sekarang merupakan teks sejarah tertua Korea yang masih tersisa.
Samguk Sagi sendiri terdiri dari 50 bab (gwon , atau "gulungan"), yang tersusun dari :

1. Catatan Silla(Nagi 羅紀 atau Silla bongi 新羅本紀) (12 bab) 
2. Catatan Goguryeo (Yeogi 麗紀 atau Goguryeo bongi 高句麗本紀) (10 bab) 
3. Catatan Baekje (Jegi 濟紀 atau Baekje bongi 百濟本紀) (6 bab) 
4. Tabel kronologis (nyeonpyo 年表) (3 bab) 
5. Monograf (diterjemahkan juga Uraian) (ji ) (9 bab): upacara dan musik, transportasi dan  perumahan, geografi, dan pejabat kerajaan beserta tingkatannya 
6. Biografi (yeoljeon 列傳) (10 bab)


Ketika saya searching mengenai isi dari Samguk Sagi ternyata banyak sekali, jadi saya ingin memberikan sedikit saja yang menurut saya menarik. Yaitu...

Ini mengenai sejarah minum teh Korea juga disebutkan dalam Samguk Sagi dan Samguk Yusa, bahwa Ratu Seondeok (bertahta 632-647) dan Raja Munmu (bertahta 661-681) mulai menikmati teh sebagai minuman kerajaan. Dan Raja Heungdeok (826-836) tercatat pernah menerima bibit tanaman teh dari Kaisar Dinasti Tang pada tahun 828. Nah, pada saat itu, teh merupakan minuman kaum bangsawan, pejabat, sarjana, dan biksu-biksu, sementara rakyat jelata lebih menyukai meminum sungnyun. Sungnyung (숭늉) adalah jenis minuman tradisional khas Korea yang terbuat dari air kerak nasi. Dan dalam Samguk Sagi juga menuliskan tentang tradisi minum minuman tradisional Korea yang berjudul Eumcheong (minuman segar) yang berisi kisah tentang Jenderal Kim Yu Shin yang sebelum pergi berperang, meminta pembantunya untuk membawakannya changsu, jenis minuman dingin yang terbuat dari campuran tepung dan air. Changsu adalah jenis minuman ynag diperkenalkan dari Cina pada masa Tiga Kerajaan Korea. Selain itu, Samguk Yusa juga mencatat tentang minuman keras yang terbuat dari bunga anggrek yang disajikan oleh Raja Suro dari Kerajaan Gaya. Selain itu, rakyat Tiga Kerajaan juga membuat bermacam-macam jenis minuman beralkohol dari palawija. Mungkin dua ini termasuk dalam Silla Bongi.
Ini mengenai sejarah Onggi, yaitu alat penyimpanan yang  terbuat dari tanah liat. Samguk Sagi menyebutkan tentang Raja Sinmun dari Silla mengirimkan arak, pasata kedelai, dan asinan makanan laut sebagai hadiah perkawinan kepada Ratunya. Dapat disimpulkan bahwa tempat penyimpanan makanan tersebut adalah onggi.
Sejarah permainan layang-layang di Korea juga tercatat dalam Samguk Sagi. Masih ingat dalam Queen Seondeok, Yu Shin menerbangkan layang-layang untuk mengecoh pasukan Bidam? Layang-layang tersebut sebagai simbol kalau bintang yang jatuh, kembali lagi ke angkasa, tapi sesungguhnya, arti layang-layang tersebut hanya untuk tanda menyerang. Nah, dalam Samguk Sagi, disebutkan demikian, ketika itu ada bintang jatuh dari langit. Hal tersebut dianggap sebagai pertanda buruk bagi pemerintahannya yang sedang berusaha menumpas pemebrontakan. Nah, Kim Yu Shin ini, menerbangkan layang-layang yang dibakar pada suatu malam dan menyebarkan berita bahwa bintang jatuh tersebut telah kembali ke langit, dan berita tersebut berhasil meredam pemberontakan. Ketika saya searching mengenai ini, saya menemukan tulisan bahwa hal ini terjadi pada masa pemerintahan Ratu Jindeok pada tahun 647, Ratu yang bertahta setelah Ratu Seondeok wafat. Saya juga kurang mengerti yang ini, jika saya telaah, berarti, pembuatan Drama The Great Queen Seondeok kurang mengacu pada sejarah sesungguhnya. Mungkin, pembuatan layang-layang itu diterjadikan pada masa Ratu Seondeok untuk mendukung drama itu sendiri yang berinti pada rasi bintang Biduk, yang merupakan simbol Ratu Seondeok atau Deokman. Tapi kan itu menurut saya. Maaf maaf kalau pendapat saya salah kaprah.
Jederal Kim Yu Shin banyak dibahas dalam babad ini, yaitu pada riwayat Samguk Sagi, Yeoljeon 1-3. Disebutkan bahwa Kim Yu Shin (595–673) merupakan seorang Jenderal pada abad ke-7 di kerajaan Silla. Ia memimpin unifikasi Semenanjung Korea oleh Silla dibawah pemerintahan Raja Muyeol dari Silla (Kim Chun Chu) dan Raja Munmu dari Silla. Ia konon merupakan buyut Raja  Guhae dari Geumhwan Gaya  raja terakhir di negara Geumgwan Gaya. Ingat dalam Queen Seondeok? Dia juga disebutkan sebagai seorang keturunan Gaya bahakn mungkin pangeran. Hal ini memberinya posisi yang sangat tinggi di sistem rangking tulang, Silla, yang memimpin status politik dan militer yang dapat diraih oleh seseorang.
                Hehehe. Kok yang saya masukin Silla doang ya? Ah, sebodo.
Nah, sekarang saya bahas tentang Samguk Yusa. Samguk Yusa (三國遺事, Riwayat Tiga Kerajaan) adalah catatan mengenai legenda, cerita rakyat, dan sejarah dari Tiga Kerajaan Korea, yakni Goguryo, Baekje, dan Silla. Cakupannya tidak hanya dari masa Tiga Kerajaan, namun juga dari masa sebelum Tiga Kerajaan.
Teks Samguk Yusa ditulis dalam bahasa Tiongkok Klasik, sebagian besar oleh biksu Iryeon (1206-1289) pada akhir abad ke-13, satu abad setelah penulisan Samguk Sagi.
Tidak seperti Samguk Sagi yang memberikan informasi sejarah secara faktual (nyata), Samguk Yusa berfokus pada banyak cerita rakyat, legenda dan biografi dari masa awal sejarah Korea. Banyak legenda pendirian dari berbagai kerajaan kuno Korea tercatat di buku ini seperti Gojoseon, Wiman Joseon, Buyeo, Goguryeo, Baekje, Silla dan Konfederasi Gaya.
Catatan ini juga menuliskan legenda tentang Dangun yang disebut sebagai pendiri Gojoseon atau kerajaan bangsa Korea yang pertama. Catatan sejarah kuno mengenai Dangun sudah lama dianggap sebagai sebuah legenda dan para ilmuan juga masih memperdebatkan mengenai kejadaian dan tanggal pendirian Gojoseon di bangun oleh Dangun. Saya kurang tahu, apakah catatan sejarah kuno tersebut merupakan Samguk Yusa, tapi kalau menurut saya catatan kuno yang dimaksud yang Samguk Yusa ini. Para arkeolog sudah menemukan bahwa manusia sudah mendami daerah Semenanjung Korea dan sekitarnya sejak beribu-ribu tahun yang lalu, walaupun mungkin sedkit mustahil untuk menemukan bukti berdirinya Gojoseon pada saat itu. Tetapi, para arkeolog berhasil menemukan beberapa artefak-artefak pertanian dan perunggu yang secara langsung berhubungan dengan keberadaan negara pertama dalam sejarah Korea tersebut.
Dalam Samguk Yusa juga disebutkan mengenai Kim Yong Chun, yaitu ipar dari Putri Cheonmyeong, yang berarti adik dari Kim Yong Su dan paman dari Raja Muyeol (Kim Chun Chu). Banyak juga sumber yang menyatakan bahwa ia merupakan suami dari Ratu Seondeok. [hehe kok isinya seondeok mulu]. Nah, dari sumber saya, bahwa ia kemudian diberikan gelar "Raja Munheung" (문흥대왕, 文興大王) di tahun 654. Yaitu setelah keponakannnya, Raja Muyeol naik tahta. Dan nama Kim Yu Shin juga masih diungkit disini, yaitu pada catatan singkat di dalam riwayat Samguk Yusa, vol. 1.
Juga disebutkan nama yaitu Yeom Jang. Yeom Jang juga dikenal sebagai Yeom Moon, merupakan seorang jenderal Silla yang paling dikenal sebagai pembunuh Jang Bo Go, seorang pahlawan besar bahari Shilla. Yeom Jang hidup pada periode terakhir Silla Bersatu. Yeom sebenarnya adalah subordinat Jang Bogo, namun hubungan mereka memburuk karena ia pernah dihukum oleh Jang karena secara pribadi terlibat di dalam perdagangan budak. Akhirnya, Yeom berbalik kepada Kim Yang, jenderal Shilla yang lain, yang dibawah pimpinannya, ia pergi untuk memenuhi sebuah misi untuk membunuh Jang Bogo. Biografi Jang Bo Go disini dijelaskan dalam babad Samguk Sagi, mengandung sejarah singkat hidupnya yang ditulis 3 abad setelah kematiannya.
Dalam Samguk Yusa terdapat nama yang sering kita dengar kalau sudah nonton Queen Seondeok, yaitu, Bojong. Hohoho. Bojong disini dilahirkan pad tahun 580 M di Seorabeol, dengan Jenderal Seolwon sebagai ayah dan Lady Mishil sebagai ibu. Ia memilki kecapakan dalam seni bela diri. Sudah liat kan di QSD? Belum ada yang mengalahkan seni bela dirinya, kecuali saat Bidam datang. Ia menjadi seorang Hwarang ketika berumur 15 tahun, dan melayani ibunya. Ia kemudian menjadi seorang Gukseon atau Kepala Hwarang pada tahun 616 menggantikan Kim Yu Shin.  Kemudian ia digantikan oleh Yeom Jang, yang tadi.
Dalam kedua babad tersebut sering menyebutkan nama raja atau gelar raja dengan berbeda-beda. Gelar "Chachaung" berarti seorang shaman di dalam bahasa Korea Kuno yang dipakai oleh Raja Namhae dari Silla. Isageum yang dipakai oleh Raja Yuri dari Silla. Maripgan yang dipakai pertama oleh Raja Naemul dari Silla. Dan lain lain.
Sumber : Wikipedia.org

No comments :

Post a Comment