Friday, October 19, 2012

I'm Back!!!!


Lama saya nggak nge-post sesuatu. Karena terkompori oleh teman-teman yang lagi demam ‘eh, view blog aku dong’, dan saya jadi termotivasi untuk memposting sesuatu. Apa ya?
Diskusi soal mimpi? Mau? Mau? Mau?
Bagi saya, untuk menggambarkan mimpi itu bagaikan sesuatu yang ingin kita capai, tapi kita takut ketika tidak mencapainya. Sesuatu yang ingin kita raih, tapi tidak tahu cara meraihnya. Sesuatu yang sepatutnya kita perjuangkan, tapi tidak tahu cara memperjuangkannya.
Mungkin kata Agnes Monica, “bermimpilah setinggi-tingginya”. Tapi itu bukan hal mudah. Pada dasarnya manusia dicipatakan untuk takut pada sesuatu atau selalu memiliki ketakutan. Semua memiliki batas mampu dan batas untuk sabar. Ketika kita bermimpi kita harus mampu, sabar, berusaha, berpikir, dan mempertahankannya. Yang pertama yaitu mampu. Mampu ialah disaat kita mampu untuk mulia bermimipi. Mampu menghadang ketakutan terhadap mimipi itu. Sabar, adalah berani menunggu selama apapun, sampai mimpi itu terwujud. Berusaha, ini adalah tahap terpenting, tahap yang maish belum bisa saya lewatu sendiri. Sedikit curcol, impian saya itu menjadi penulis. Tapi sampai sekarang, saya bahkan belum menghasilkan satu pun tulisan yang mungkin terbit paling tidak dimajalah. Saya masih stuck, dimana impian saya itu butuh setidaknya sedikit lebih banyak berusaha. Atau bahkan banyak berusaha. Tidak ada yang gratis didunia ini, tidak ada pula yang mudah didunia ini. Seperti mimpi, kita tidak mudah menggapainya, butuh usaha yang banyak. Dan yang terakhir mempertahankannya. Tahap ini, dimana kita sudah memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Kita sudah berani bermimpi, maka kita harus mempertahankan mimpi itu. Tapi mempertahankan itu, bukan hal yang mudah. Tidak ada hal yang mudah, kan?



Mimpi itu seperti kita menanam tanaman. Butuh air, pupuk, cahaya matahari, dan cinta dari snag penanam. Mimpi itu butuh kemampuan, kesabaran, usaha, dan keteguhan. Dan seperti tanaman di pot yang selama ini selalu ibu rawat didepan rumah. Mekar setiap tahun. Karena ada keteguhan dari si penanam. Si penanam mimpi.


No comments :

Post a Comment